|
MENGAJAR ANAK MEMBACA, MENULIS, DAN MENGEJA dari sudut ilmu perkembangan anak* dr. Susan R. Johnson, FAAP diterjemahkan oleh Ellen Kristi * pernah dimuat secara bersambung dalam e-magazine Sekolah Rumah PENGANTAR DARI PENERJEMAH Tak bisa dipungkiri, di era global yang serba kompetitif ini banyak orangtua yang rela melakukan apa saja agar anaknya lebih unggul dibanding rekan-rekan sebaya, crème de la crème. Salah satu ukuran yang populer dipakai untuk menilai kehebatan anak adalah kemampuan baca-tulis. Barangkali itu sebabnya kurikulum baca-tulis yang dulu baru diajarkan di tingkat Sekolah Dasar, sekarang sudah jadi pelajaran wajib di jenjang Taman Kanak-kanak (TK), bahkan Kelompok Bermain (KB). Tetapi, apakah betul asumsi bahwa semakin dini anak belajar baca-tulis semakin cerdas kelak ia di masa depan? Atau sebaliknya, mencekoki anak dengan pelajaran formal terlalu dini justru berbahaya? Berikut ringkasan penuturan dari pakar perkembangan dan perilaku anak, dokter Susan Johnson, yang layak dicermati para orangtua. Bagian I - Sistem Proprioseptif Apakah anak Anda tidak bisa duduk tenang, selalu bergeliat-geliut di kursinya, melilitkan kakinya ke kaki bangku, mengetuk-ngetukkan jari di meja, dan sebagainya? Apakah anak Anda sering terbangun sepanjang tidur malamnya, mencari-cari kontak fisik dengan orangtua sebelum bisa lelap kembali? Jika ya, berarti kemungkinan besar sistem proprioseptifnya belum matang. Sistem proprioseptif adalah kemampuan seorang anak untuk mengetahui keberadaan tubuhnya dalam ruang. Anak dengan sistem proprioseptif yang telah berkembang bisa merasakan keberadaan anggota-anggota tubuhnya tanpa harus melihat atau menggerakkan mereka. Kematangan sistem ini bisa diuji antara lain dengan melihat apakah seorang anak bisa berdiri stabil di atas satu kaki dengan mata terpejam. Kematangan sistem proprioseptif sangat erat kaitannya dengan kemampuan untuk duduk tenang dan memusatkan perhatian. Selama tujuh tahun awal kehidupannya, otak anak masih harus memetakan lokasi otot, tendon, dan sendi-sendi di seluruh tubuh. Itu sebabnya saat disuruh duduk, ada saja bagian tubuh si anak yang bergerak-gerak supaya otak tidak kehilangan jejak keberadaannya. Sayang, di sekolah, anak yang tidak mampu duduk tenang seperti ini bisa langsung dicap sebagai penderita ADD (Attention Deficit Disorder). Kalau sistem proprioseptif belum matang, seorang anak akan kesulitan belajar membaca dan menulis. Sebab, ia belum bisa membayangkan gerakan dari bentuk-bentuk abstrak seperti huruf dan angka. Boleh saja ia telah berlatih berpuluh-puluh kali, tapi tetap saja bingung antara huruf “b” dan “d”, atau tanpa sadar menulis angka 2 atau 3 secara terbalik. Untuk mengetes, coba saja Anda gores dengan jari huruf atau angka itu di punggung anak Anda, apakah ia bisa mengenalinya? Kalau tidak bisa, berarti sistem proprioseptifnya belum berkembang baik. Sistem proprioseptif menjadi kuat melalui gerakan-gerakan jasmani, seperti menyapu, mendorong gerobak mainan, membawakan belanjaan, mengosongkan tong sampah, menyiangi rumput, atau bergelantungan di tangga lengkung taman bermain. Lewat kegiatan-kegiatan ini, koneksi antara benak dan reseptor di otot, tendon, dan sendi terbentuk. Saat lengan, kaki, telapak tangan, dan telapak kaki maju, mundur, naik, turun, ke kiri dan kanan, anak-anak akan mulai memperoleh kesadaran tentang ruang di sekeliling mereka. Dampaknya, saat nanti mereka memandang bentuk-bentuk huruf dan angka, mata mereka mampu mengikuti dan melacak garis-garis dan lengkung-lengkung itu. Memori dari gerakan-gerakan ini akan tercetak di benak mereka, lantas terbentuklah gambaran atau imaji mental atas angka-angka dan huruf-huruf ini. Sebelum mulai menulis, orientasi yang benar ini akan muncul sebagai panduan. Mereka tak lagi bingung antara huruf “b” dan “d” atau arah angka 2 dan 3. Bagian II – Membaca, Mengeja, dan Menulis Belakangan ini, kurikulum dalam Kelompok Bermain (playgroup) dan Taman Kanak-kanak tampak semakin mendesak agar anak balita belajar baca-tulis-eja. Tetapi betulkah waktunya sudah tepat? Sudah siapkah mereka? Mari kita kaji dari aspek perkembangan otak anak. Jika anak belajar membaca pada usia 4-7 tahun, maka bagian otak yang akan dipakai adalah belahan otak kanan. Belahan ini membuat anak mengenali apa pun sebagai gambar, termasuk huruf dan angka. Saat diperkenalkan pada sebuah kata, anak akan mengingat huruf pertama dan huruf terakhir, serta panjang dan bentuknya secara umum – dan tergambarlah kata itu di benaknya. Kelemahannya, kalau cara membaca dengan otak kanan itu terpatri di pola pikir anak, di kemudian hari ia akan mengalami berbagai problem belajar. Sebab, anak jadi terbiasa melihat kata sebagai gambar. Ia melihat huruf pertama, huruf terakhir, panjang dan bentuknya lantas menebak “kata apa itu?”. Kata BURUK bisa dibaca BUSUK atau BULUK. Jika Anda pampangkan kata ARJOLI ia akan membacanya sebagai ARLOJI tanpa sadar bahwa ia telah salah mengeja. Kata-kata seperti SIAP dan SUAP atau SURAT, SARAT, dan SIRAT akan terlihat sama saja. Membaca via otak kanan oke-oke saja untuk kata-kata pendek, tapi akan sangat melelahkan untuk kata yang panjang, apalagi kalimat. Anak-anak yang membaca dengan belahan otak kanan pasti bakal kewalahan setelah membaca beberapa alinea. Lagipula, karena sibuk membunyikan kata, mereka tak bisa menangkap makna utuh dari suatu bacaan. Tidak ada imaji mental yang timbul sementara mereka membaca buku cerita. Ini akan membatasi pemahaman menyeluruh mereka. Akibatnya, saat harus meringkas atau melaporkan isi bacaan, mereka cenderung mencontek atau menyalin teks apa adanya. Karena pusat membaca di otak kanan melihat huruf dan angka sebagai gambar, cara belajar membaca terbaik untuk usia 4-7 tahun adalah menghubungkan huruf atau angka dengan gambar-gambar. Misalnya, huruf “M” bisa diwakilkan oleh gambar dua puncak gunung dengan lembah di tengahnya. Contoh lain termasuk menggambar seekor katak untuk huruf “K”, seekor badak untuk huruf “B” atau wafer untuk huruf “W”. Kita juga belajar mengenalkan bunyi huruf dengan mengaitkannya ke benda nyata, misalnya bahwa bunyi “M” adalah bunyi pertama dari kata “Mama”. Tapi cara ini tidak bisa dipakai untuk membuat anak hafal bentuk hurufnya. Dari sudut ilmu perkembangan, sangat tidak masuk akal mengharap anak hafal bagaimana menulis huruf B dengan bilang, “Babi, Nak, babi!” karena huruf B sama sekali tidak mirip dengan babi, atau huruf A dengan apel, dsb. Tetapi untuk belajar membaca secara formal, masih perlu dipenuhi dua faktor lain. Pertama, berkembangnya pusat baca di belahan otak kiri. Ini rata-rata terjadi usia 7-9 tahun (pada anak perempuan bisa lebih cepat, sementara pada anak lelaki bisa lebih lambat, sekitar umur 10-12 tahun). Pusat membaca di otak kiri inilah yang menyanggupkan anak-anak untuk belajar membaca secara fonetis (dari huruf ke huruf). Sekarang mereka dapat mengingat lebih akurat bagaimana mengeja kata-kata. Belahan otak kanan menyanggupkan anak membaca lewat ingatan visual, sementara belahan otak kiri dengan metode fonik (membunyikan kata dari huruf ke huruf). Membaca dengan ingatan visual sangat efisien untuk kata-kata pendek, sementara metode fonik efisien untuk kata-kata panjang. Jika kedua belahan otak itu telah berkembang dan saling terhubung, anak bisa mengakses keduanya secara bersamaan. Akibatnya, anak akan mampu membaca kata pendek maupun panjang dengan efisien. Bagaimana kita tahu belahan otak kanan dan kiri telah saling terhubung (integrasi bilateral)? Cobalah tes kemampuan mereka melakukan cross-lateral skip: apakah mereka bisa mengayunkan kaki kiri dengan tangan kanan atau kaki kanan dengan tangan kiri berbarengan tanpa berpikir atau berkonsentrasi. Sebab gerakan-gerakan tubuh bagian kanan terhubung dengan belahan otak kiri, sementara gerakan-gerakan tubuh bagian kiri terhubung dengan belahan otak kanan. Kalau anak dapat menggerakan tangan dan kaki yang berseberangan bersama-sama, berarti belahan otak kanan dan kiri sedang “ngobrol” atau terhubung satu sama lain. Kalau anak hanya bisa mengayunkan tangan dan kaki yang sama (homolateral skip), berarti mereka belum siap membaca, karena mereka belum bisa mengakses kedua belah otak secara simultan. Kemampuan mengakses secara simultan pusat baca di belahan otak kiri dan kanan memudahkan proses membaca anak. Sembari membaca, ia juga bisa menciptakan imaji visual dalam benaknya tentang isi bacaan sebab ia tidak terpaku pada kegiatan mengeja. Alhasil, saat diajak berdiskusi atau disuruh menceritakan kembali, mereka mampu menguatakannya dengan kata-kata mereka sendiri. Mengapa? Karena imaji itu hidup dalam otak mereka. Mereka jadi lebih mudah memahami makna di balik cerita dan buku yang mereka baca. Belajar mengeja pun akan jadi lebih mudah. Saya kuatir melihat makin banyaknya siswa kelas 4, 5, 6 SD bahkan SMP di sekolah negeri maupun swasta yang masih kesulitan mengeja atau masih membaca secara visual. Pernah saya memberi tes. Saya minta sejumlah anak membaca kalimat ini: Enam boach pergi brllibur berasma naik preahu mnemacing ikon. Ternyata banyak yang tidak sadar bahwa kalimat itu mengandung salah eja. Saat saya suruh mereka membaca kertas lain berisi kalimat yang sama namun dieja dengan benar, mereka bilang kalimat kedua ini sama saja dengan yang pertama. Paling banter mereka hanya menyadari 1-2 kata saja yang berbeda ejaan. Anak-anak ini telah didesak untuk membaca terlalu cepat, saat hanya otak kanan mereka yang sudah siap. Mereka menutupinya dengan belajar membaca segala sesuatu hanya dengan ingatan visual. Saat pusat baca di belahan otak kiri mereka akhirnya siap, mereka masih terbiasa membaca dengan otak kanan. Baru ketika kata yang mereka baca terlalu sulit, mereka memakai pusat baca otak kiri. Tetapi mereka belum bisa memakai pusat baca di otak kiri dan otak kanan bersama-sama. Banyak dari anak-anak ini masih belum memiliki integrasi bilateral dalam gerakan fisik mereka seperti juga dalam keterampilan baca mereka. Sebagian anak membaca dengan lambat dan susah payah. Sebagian anak lain punya ingatan visual begitu kuat sehingga mereka bisa membaca cepat tetapi tingkat pehamaman dan ejaan mereka payah. Kedua kelompok ini sama-sama tidak bisa membayangkan dengan mudah adegan-adegan dari teks yang mereka baca atau mengingat bagaimana cara mengeja tiap kata satu per satu. Anak-anak tingkat akhir sekolah dasar yang masih kesulitan membaca perlu diberikan terapi sesuai kasusnya. Ada banyak opsi terapi yang bisa dipilih. Oh ya, mereka juga perlu sering dilatih melakukan gerakan silang untuk menguatkan integrasi otak kiri dan otak kanan, misalnya lewat permainan tenis, berenang dengan berbagai gaya, atau mendaki gunung. Sebagai catatan, semua terapi ini jangan dijalankan dalam suasana persaingan, sebab stres mengganggu pembentukan jalur syaraf. Setelah itu, mereka harus dilatih ulang membaca fonik dengan otak kiri. Sekolah dan orangtua berperan besar dalam mendukung proses belajar anak lewat penyediaan makanan yang bergizi, buah dan sayuran segar, dengan menghindari minyak yang setengah terhidrogenisasi dan lemak trans. Tidur yang cukup – yang berarti bertambahnya persentase rapid eye movement (REM) – akan membantu anak mencerna pelajaran yang ia terima di hari sebelumnya. Yang tak kalah pentingnya adalah cinta kasih tanpa syarat. Anak yang merasakan cinta kasih ini akan bertumbuh kembang lebih optimal, termasuk kemampuan akademisnya. Pembatasan ketat terhadap kegiatan menonton (televisi, video, games komputer), bahkan meniadakannya sama sekali di hari-hari sekolah, akan membebaskan pikiran anak untuk berpikir. Jika tidak, tontonan elektronik itu akan membombardir otak anak dengan rentetan gambar yang menginterupsi proses berpikir. Irama yang teratur dan rutin dalam pola makan dan tidur serta kegiatan sehari-hari akan mendukung sistem syaraf yang rileks dan anak pun lebih siap belajar. Sekali lagi, anak tidak dapat belajar dengan baik, jaringan syaraf pun tak berkembang sempurna, jika anak stres. Memaksa mereka menulis, membaca, dan mengeja, atau memberi mereka tes-tes “standar” terlalu dini (tidak sesuai dengan tahap perkembangannya) akan menciptakan perilaku bermasalah dan problem-problem belajar, terutama pada anak laki-laki. Mereka bisa benci sekolah, juga benci belajar. Tahun pertama sekolah dasar adalah waktu untuk memperkenalkan berbagai gambar bentuk. Anak-anak belajar dan membuat huruf-huruf yang dijadikan gambar. Mereka berlatih tulis bersambung (kursif), setiap huruf ditulis berulang kali (misalnya, bentuk kursif “c” disambung seperti ombak lautan). Satu atau dua tahun kemudian, saat anak sudah mahir berdiri di satu kaki dengan mata tertutup, menebak huruf atau angka yang ditulis di punggungnya, lompat tali maju mundur, dan melakukan gerakan silang – artinya, otak kanan dan otak kiri telah sama-sama berkembang dan saling terhubung – pelajaran formal untuk membaca, mengeja, dan menulis sudah bisa dimulai. Sudah waktunya untuk menyingkirkan meja-meja dari kelompok bermain dan taman kanak-kanak. KB/TK perlu mengisi kurikulumnya dengan permainan yang melatih integrasi syaraf, keterampilan motorik halus, kemampuan motorik visual, keseimbangan, kekuatan otot, proprioseptif, selain perkembangan sosial dan emosional anak. Kegiatan seperti drama, memanjat, berlari, melompat,engklek (loncat dengan satu kaki), lompat tali, jalan keseimbangan, menyanyi, kejar-tangkap, melukis, mewarnai, bermain tepuk tangan irama, merangkai manik-manik, merajut, serta keterampilan hidup sehari-hari akan menyiapkan pikiran mereka untuk belajar. Anak-anak butuh semua gerakan yang sehat, harmonis, ritmis, dan tak kompetitif ini untuk mengembangkan otak mereka. Sebab gerakan tubuh itulah, bersama-sama dengan kecintaan mereka pada proses belajar, yang menciptakan jalur-jalur syaraf di otak mereka, agar mereka bisa membaca, menulis, mengeja, berhitung matematis, dan berpikir kreatif. (habis) beberapa waktu yang lalu, mamaku cerita tentang seorang teman lamanya yang dulu tinggal berdekatan dengan rumah kami tetapi sudah beberapa tahun ini pindah ke jakarta... dulu mereka sering pergi ke pengajian bersama, saling menjemput tergantung siapa yang sedang butuh dijemput dan sering saling memberi sesuatu...
tante R ini, punya 3 orang anak, 2 anak perempuan dan 1 laki2..anak tertuanya sedikit lebih tua di atasku dan menikah hanya berselang beberapa bulan sebelum aku...yang kuingat mereka pasangan yang menarik secara fisik, tapi karena kami nggak begitu dekat ya cuma sebatas tahu luarnya saja hehe...
tahu2 mama cerita bahwa si tante R ini sewaktu ada pengajian bersama di jkt, menitip doa pada teman2 sepengajiannya...ia menitip doa agar menantunya, yg menikah dengan anak tertuanya, diberi keselamatan dan cepat kembali...ternyata menantunya ini, sebut saja RK, sudah (meng?)hilang sejak 28 september lalu....WHAT??? aku kaget setengah mati mendengarnya...hari begini masih ada ya orang hilang? masih musim orang diculik? atau bagaimana siih ini....
tapi tahukah kamu apa yg selanjutnya dengan cepat melintas di kepalaku? 'jangan2 dia nikah lagi tuh ma', begitu sahutku....'waduh nggak tahu juga ya', balas mama.... yang jelas setelah itu, aku langsung berdebar2 nggak jelas, bagaimana kalau itu terjadi padaku??? waah udah pastilah aku panik setengah mati, sibuk lapor sana sini, sewa detektif, sebar info lewat fb-twitter-mp dan berpuluh situs jejaring sosial lainnya...mmmm apa lagi ya...duh yg jelas dunia pastilah sudah berjungkir balik sedemikian rupa...duuh semoga mbak U -istri RK- diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini...
yang jelas, ini semakiiin membuatku bersyukur bahwa aku masih dikelilingi oleh orang2 yang aku sayangi, semoga Allah selalu melindungi kami semua dan dijauhkan dari musibah...amiiin... dan semoga mas RK segera ditemukan dalam keadaan sehat selamat dan tak kurang apapun, amiiiiiiiiiinnnnn....
*my deepest condolescens for my beloved country, may we be wiser to face the better future for all of us, lets pray together for the gones and the survivors...please be strong...* Memang nggak gampang menghadapi kehilangan, apapun itu….ya benda, ya kesempatan atau peluang, apalagi kehilangan seseorang pastinya….dan reaksi kita terhadap kehilangan itu sendiri merupakan hal paling spontan yang kadang (atau selalu ya?) menunjukkan bagaimana kesiapan mental kita menghadapi kehilangan itu… Ada yang merasa marah karena merasa kecolongan, ada yang kecewa karena merasa tidak bisa menjaga amanah sewaktu sesuatu yang hilang itu masih ada, ada yang cuek saja karena bahkan tidak menyadari ketika sesuatu yang hilang itu ada (hehe) tetapi ada juga yang pasrah dan ikhlas karena menganggap hal itu memang sudah waktunya terjadi dan malah mendoakan semoga yang hilang itu lebih bermanfaat bagi yang menemukannya ( a.k.a mengambilnya). Beberapa saat yang lalu, hubby tercintalah kebetulan yang sedang mengalaminya. Hari itu hari terakhir Ramadhan, dan dia sedang beritikaf di sebuah mesjid. Kami sekelluarga, berhubung memang sudah libur kantor, malam itu menyusul untuk ikut menginap di mesjid tersebut. Singkat cerita, pagi itu, saatnya unuk sholat dhuha dan ia melihat anak sulung kami masih tidur di sleeping bagnya, jadi ia pun meninggalkan koper kecil dan tas cangklongnya di himpitan yang tersembunyi di antara gulungan sleeping bag itu. Ternyata tanpa sepengetahuannya, si sulung sudah bangun dan mandi, otomatis meninggalkan sleeping bag bersama barang tersebut. Ya selain memang tidak ada yang menjaga dan sudah wayahnya untuk berpindah tempat, maka denganleluasa tas cangklong itupun digondol orang. Hubby yang baru selesai dhuha sekitar satu jam setelah si sulung pergipun baru sadar kalau tau cangklong itu sudah raib.Dia langsung memanggilku…innalillahiii…. Langsung aja kebayang deh…isi tasnya lumayan komplit juga tuuh ada 2 buah hape,satu amplop gaji yg masih loaded sekitar 3jutaan, dompet berisi surat2 dan kartu2 penting such as bbrp atm, cc, askes, bpkb motor heuheu…sambil lemes2 kita berusaha nelponin customer service bbrp bank bersangkutan….fiuh….berhubung besoknya lebaran, jadi susah banget ngontak cust service2 itu… The point is, hubby tampak tenang aja tuh dapet musibah spt itu…sementara akunya yg gemessss bangeeet, antara marah sama dia krn careless, kesel ama pencurinya yg berada di tempat yang tempat dan dapet korban yang tepat, dan berbagai rasa empet lainnya….walaupun udah berkali2 ilang innalillahi, tapi ternyata untuk ikhlas itu benerrr beneeeeer susaaaah….disitulah aku sadar bahwa imanku masih jauuh deh dibawah hubby hihihihi…. Yg jelas kami masih bersyukur bahwa barang yg produktif spt laptop, kamera, external hardisk dan kunci mobil tidak termasuk di dalamnya (walaupun kunci motor termasuk siih, dan kunci cadangannya berada di suatu tempat yg jauh yg entahlah kapan kami bisa mengambilnya)…wuaaah gak terbayang kalo mereka juga raib =_( Well, waktu memang nggak bisa diulang, dan yang sudah terjadi ya bisa dihindari…hikmah kehilangan itulah yg sekarang aku kejar, belajar ikhlas, mungkin memang harus melalui cara yang berat untukku…yang jelas, baru2 ini kami mendengar kabar bahwa kakak seorang teman bahkan lebih parah lagi, ia kehilangan sebuah tas cangklong di dalam tas laptop,dengan isi tas yang super komplit juga dan data2 tesis di dalam laptopnya…waaah terbayang betapa beratnya cobaan yg ia alami….okey ini memang pengalaman yang sangat berharga untuk kami dan semua, kami cuma berharap semoga ini bisa jadi pelajaran untuk siapapun dan semoga kami bisa lebih bersyukur atas apa yg sudah kami miliki… Yang jelas, ini gak ada hubungannya dengan lagu ‘kehilangan tongkat’ yang sering dinyanyikan seorang teman kami di kantor, sebuah lagu spesial dari penyanyi legendaries bin kondang yang terkenal dengan janggut dan kesatriannya dalam bergitar….wkwkwkwk @_@ oooooh, how i miss multiply so much! tangan (dan otak) rasanya udah kaku banget, terlalu lama tidak mengisi blog tercinta ini...semoga ini menjadi awal (lagi) untuk membiasakan diri menulis sesuatu disini, apapun itu...nice to see you again :)
Renungan Indah ( W.S. Rendra) dari seorang teman, terima kasih Mia A.Suwarno
Seringkali aku berkata, Ketika semua orang memuji milik-ku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya: Mengapa Dia menitipkan padaku ??? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ??? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ??? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ? Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah, Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita. Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua "derita" adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika: Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti, Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah. "Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"....
(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya di atas tempat tidur Rumah Sakit) keinginan itu menyeruak begitu kuat....cukup kuat...untuk diabaikan dan dilupakan begitu saja...
*ehm sebenernya ini salah satu usaha untuk menghilangkan rasa berat yang menggelayut di mataku sore ini...jam 15.25 ini entah kenapa keduanya begitu kompak untuk menurunkan semangatku membaca dan mengumpulkan bahan untuk paperku...hoaaahmmmm...ok lanjuuuut*
sudah beberapa bulan ini ada sebuah entah ide, entah keinginan, entah obsesi atau sebut apalah, tapi hal itu menyeruduk ke kepalaku begitu saja...padahal kalau dipikir2, situasinya agak sulit untukku...tapi, bukankah kita boleh (bahkan harus ya) untuk punya sebuah mimpi, terlepas dari situasi kondisi kita saat ini...mimpi membuat kita punya harapan...juga visi yang ingin kita tuju...secara bawah sadar hal itu bisa membuat kita tetap mempunyai amunisi untuk bersemangat menjalani hidup ini dengan segala ups n downs...mimpi juga mengantarkan letupan-letupan yang bisa menjadi vitamin dalam menghadapi kehidupan yang kadang penuh dengan rutinitas dengan segala uniformitas dan kebosanan (untungnya nggak sampai merasakan itu siih)....
so, saat ini aku masih mencoba memupuk bibit-bibit mimpi itu dan berusaha mengingatkan diri untuk selalu menyiramnya dengan semangat, persistensi dan konsistensi dalam mencari jalan untuk mewujudkannya...semoga...
*untuk mimpiku dan pihak2 yang sudah memberikan energi dan inspirasi*
keasyikan dan kekhusyukan kami bekerja tadi pagi menjelang siang seketika dipatahkan oleh sebuah teriakan yang diikuti dengan teriakan teriakan berikutnya yang semakin keras dari kantor yang menyewa lokasi tepat di sebelah kubikel luas kantor kami...
ya, teriakan dari suara mbak2 yang membuat kami langsung berhenti bekerja dan saling pandang memandang satu sama lain....AAAAAAAAAAAAARRRRHHHHHH.....begitu bunyinya... yg sedang mengetik dan membungkuk langsung terduduk tegak, yang asyik bersketsa langsung melempar pensil ataupun markernya *lebay*...apaan tuh ya? ada yang ulangtaun trus dikerjain? ada yang kerasukan? ada kebakaran? ada gempa? *halaah..orang kita adem ayem aja kuok*...sahut2an kami saling menebak....
akhirnya brrrrr....semua orang di studio langsung menuju pintu depan untuk melihat langsung ke TKP.... kantor sebelah kami memiliki beberapa jendela yang tidak diberi tirai maupun shading, sehingga sangat transparan dan seenable....tapi belum sampai aku keluar pintu, ternyata ada suara bapak2 dari kantor tersebut yang berkata dengan lantang..."nggak papa, mbak *** sedang sakit"...katanya...
tapi, sang sekretaris kantor kami yg cukup sigap masuk dari arah luar dan memberi reportase bahwa si mbak *** tsb sptnya sedang stress....karena pekerjaan, begitu katanya dengan nada gossip mode on hehehe....
WAAAWWWW....sedahsyat itu ya??? kami sibuk mengomentari dengan heboh....waduuuh...jangan sampai deh kantor kita ada yang kaya gitu...ayo kita bikin program refreshing anti stress...maka, bermunculanlah ide2 dari yang masuk akal sampai yang beyond imagination...mulai dari 'nonton-bareng-yuuuk-abis-pengumpulan-sayembara n deadline-proyek-ini'...sampai yang 'yaudah-mari-kita-mengajukan-ke-bos-untuk-membeli-peralatan-karaoke'....hehehe....*untung bos lg gak di kantor*....
sooo, mari kita stress management...duuh semoga kita dijauhkan dari situasi jiwa seperti itu...amiiin....  | status | Jan 4, '10 12:44 AM for everyone |
“hampa…” Begitulah bunyi status seorang teman lamaku di sebuah situs jaringan social yang walapun sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu tapi masih tetap atau bahkan sedang happening-happeningnya saat ini…entah sudah berapa juta umat pengikutnya di seluruh pelosok Indonesia…apalagi di seluruh dunia…mungkin jenis pengikutnya sudah sedemikian beragamnya mulai dari professional sampai pelajar muda (baca:anak2 di bawah umur), dari pengusaha internasional sampai ibu2 RT yang juga berbisnis, dari model, eksmud sampai alay (anak layang)…dsb dsb… Awalnya aku acuhkan saja status teman lamaku itu dan aku terus men-scroll layarnya sampai ke status-status dan news feed teman-teman lain di bawah status itu…yeah harus diakui sebenarnya bukan semuanya teman yang aku kenal langsung sih, hmm mungkin hanya sebanyak 50-60% saja dari kontak-kontak itu yang benar2 aku kenal langsung, selebihnya..kalau bukan temannya teman - teman kuadrat- , ya temannya temannya teman,-teman pangkat tiga-, atau teman dadakan yang baru mau akan kenalan karena mungkin lihat tampang kita sebagai kontaknya entah siapaaa gitu atau bahkan kita tidak sengaja ditemukan setelah mereka mensearch nama orang lain yang mirip dengan nama kita di mbah google yang super sakti itu *sori lebay*…dan di-add as contact-lah kita sebagai objek pelengkap penderita yang bisa dijadikan bukti otentik keeksistensian si pengeadd tersebut dalam tatanan perjaringan social ini, dimana terjadi hegemoni bahwa semakin banyak kontak seseorang maka semakin eksis dan terakuilah ia di mata orang banyak (sebagai seleb?:P)…halah bingung nggak sih…semoga enggak ya…hahaha…. Oke, kembali ke status singkat dan padat tersebut…ternyata setelah melihat status-status lain mulai dari yang narsis level 0 sampai super narsis,abstrak,puitis atau memehek-mehek, kok malah status tersingkat ini yang mengusik perhatianku…terlepas dari keprihatinanku sama nasib si teman ini yang entah kenapa merasa dirinya hampa, alih-alih memberi komen bernada suportif (well, ngaku deh, aku termasuk golongan yang cukup ‘tanggap’ dalam memberi reaksi berupa komen atau jempol pada status teman *terutama teman pangkat satu alias teman yang benar2 aku kenal*) , aku malah tercenung…apakah belakangan ini kita begitu mudah merasa hampa, di tengah segala kehirukpikukan denyut kehidupan di sekitar kita, di tengah keberjalanan waktu yang rasanya semakin cepat berlalu, di tengah tumpukan pekerjaan yang menyita waktu tenaga pikiran fisik mental (bahkan moral? oops) kita, bahkan menyita kehidupan social kita yang sesungguhnya….kehidupan social dimana kita masih perlu bertemu secara langsung, physically, dengan orang-orang yang kita kenal…instead of just connecting cyberly (ow maaf istilah baru nih,sesuai dengan EEYD -ejaan English yang disempurnakan- gak ya)… Hampa…kata sifat ini mungkin kira-kira punya arti yang sama dengan kata kosong,, nihil, tidak ada isinya…well, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sih begini nih : ham·pa a 1 tidak berisi; kosong: padi yg -- dibuang saja; 2 ki tidak bergairah; sepi: perasaannya (hatinya) --; 3 ki sia-sia; tidak ada hasilnya: -- saja ia mencari pekerjaan di kota, di mana-mana tidak ada lowongan; 4 ki bodoh; tidak berpengetahuan: tidak ada gunanya bertukar pikiran dng orang --; Gak mungkir juga sih, setiap orang mungkin, bahkan pasti, pernah merasa hampa… the point is, how to eliminate or ged rid of that feeling setelah kita merasakannya…mending kalo hinggapnya cuma sesaat aja, lha kalo berkelanjutan dan sampe mengganggu aktivitas sehari2 gimana? Mau jadi apa hidup kita setelah kehampaan itu datang hehe…mau digenggam terus atau belajar menerima dan mengikhlaskannya lalu segera move on? Mungkin ini juga yang sedang jadi endemi, ya di negara kita atau mungkin di negara lain juga...miris jg denger selintas ttg kabar orang-orang yg main loncat aja dari lantai berapalah di tengah keramaian mall..bukan gak mungkin sikap kompulsif destruktif (eh gak tau juga sih itu kompulsif atau memang sudah direncanakan jauh2 hari) itu awalnya muncul dari rasa hampa...(gila, bundir udah gak menjadi aktivitas pribadi yg dilakukan sendirian aja di kamar, tapi udah di tengah2 keramaian???) Pasti ada sesuatu yang bolong yang mereka rasakan di dalam hati mereka…emptiness....or ‘buntuness’...kebuntuan menghadapi masalah.... Aku nggak tau deh, setiap orang pasti punya caranya sendiri untuk menyelesaikan masalahnya (atau ada juga yang suka dibiarkan menumpuk sampai suatu saat jadi bom waktu yang siap meledak dengan dahsyat?) …setiap pilihan ada resikonya, so which one do we choose…yang jelas ada satu hal yang pasti, selama kita masih berharap pada manusia -ya manusia- dengan segala kealpaan-ketidakpastian-kelemahan-kesombongan-keegoan-kemunafikan-kebodohan-dlldll… ya selama itu pula kita akan menemukan kekecewaan dan ketidakpuasan…tidak ada tempat untuk berharap selain kepada-Nya, dengan segala kecintaan-kepengasihan-kepenyayangan-kelembutan-kemurahan-kepastian-kepemaafan-kekayaan-kegrandean-kepemberian-serta kemahaan-kemahaan lainnya yang sudah pasti milikNya….hanya Di-alah tempat kita gantungkan segala harapan dan berjuta permohonan…semua sudah diatur olehNya, tinggal bagaimana kita berusaha menggapainya serta menjalaninya dengan ikhlas dan ridho, meski pengaplikasian dua kata itu tidak semudah penyebutannya…  | Alvin | Nov 17, '09 12:56 AM for everyone |
beberapa hari ini aku menemani suamiku yg sedang terbaring di rumah sakit...minggu lalu, suatu sore dia mengeluh perutnya sakit, yang oleh dokter langsung didiagnosa maag. Berhubung besoknya dia harus mengikuti seminar internasional di jakarta, so malam itu kami agak kuatir krn kondisinya kok nggak berubah. Besok paginya, dia memutuskan untuk tetap mengikuti seminar tersebut dan berangkat pagi2 memakai travel. Seminar yang semestinya diikuti selama 2 hari di sebuah hotel bintang 5 pun akhirnya musti rela dikorbankan bahkan di hari pertama karena sore harinya dia sudah tidak kuat lagi menahan sakit dan akhirnya pulang malam itu. Besok paginya aku berkeras harus langsung dibawa ke UGD. Walaupun awalnya enggan untunglah dia mau mengikuti saran dariku. Benar saja, ternyata di UGD setelah menjalani serangkaian pemeriksaan yang cukup cepat dan banyak, dia dinyatakan harus langsung dioperasi krn dikhawatirkan usus buntunya sudah pecah dan menyumbat aliran cairan di usus sehingga ususnya bengkak. hadoooh....ada2 aja...alhamdulillah operasi berjalan lancar...saat ini kondisinya sdh jauh lebih baik dan perutnya tidak kembung lagi..mudah2an satu atau dua hari lagi ia bisa pulang, amiiin....:_) yang membuatku terharu, selain kondisi hubby yang memang jarang sakit dan saat ini musti terbaring, adalah beberapa roommates hubby. Ada yang habis operasi ginjal dan sudah beberapa bulan ini rutin cuci darah, ada yang diambil batu dari empedu. Tapiii, dr beberapa kasus, ada yang paling membuatku tersentil...bahkan pernah suatu malam aku menangis... Ia masih muda, mungkin sekitar 25 tahunan. Namanya Alvin. Ia tepat di sebelah kiri hubbyku. Katanya ia menderita meningitis. Jadi sudah dua kali operasi di kepala. Dan dua kali operasi di perut krn ada masalah pencernaan juga. Sudah sekitar 3-4 minggu dirawat.Tapi salah satu minggu dilewati di ICU krn sudah tidak sadarkan diri. Ya, koma. Saat ini kondisinya sudah 'lumayan' krn sudah bisa diajak komunikasi, menjawab pertanyaan keluarganya, walau sering kucuri dengar jawabannya jauh melenceng dari pertanyaannya. Dan konon matanya masih gelap, belum bisa melihat lagi. Ia punya baby berusia 4 bulan. Istrinya dengan setia selalu menemaninya, menyuapinya, mengajaknya mengobrol, memutarkan alunan Al-Quran atau radio, membacakannya berita di koran, merecall memorinya dgn rencana2 mereka dan harapan2 untuk anak mereka...bahkan bbrp kali 'mengomeli'nya kalau ia sdg 'nakal', mendiamkan-tidak mau membuka mata-memuntahi atau menjawab dengan serampangan...kadang aku senyum men'dengar' mereka dari balik tirai....tapi sesuatu jelas menghantamku di dalam dada ini....ya Allah...berat sekali cobaan mereka...tapi kulihat istrinya selalu sabar dan penuh senyuman di hadapan suaminya, walau ia tak bisa melihat...ucapannya selalu lemah lembut...entah sudah berapa lama ia meninggalkan waktu untuk bercengkerama dengan bayi mungilnya krn harus menunggui suaminya...entah sudah berapa dalam kantong mereka terkuras untuk perawatan ini...tapi sikapnya sungguh mencerminkan keikhlasan dan tingkat keimanan yang tinggi....sungguh iri aku...masih jauh sekali aku dari sosok istri sholehah sepertinya...aku hanya bisa berkata "sabar ya teh...mudah2an ia diberi kesembuhan dan diberikan yang terbaik oleh Allah..."... sungguh, berada di sini membuat kita banyak bercermin...sekaligus bersyukur atas kondisi kita saat ini...begitu banyak nikmat yang seringkali kuringkari, begitu banyak situasi yang sering kuanggap mengecewakan, begitu seringnya selama ini aku tidak puas...astaghfirullah...terima kasih Allah karena telah menghadapkanku pada pelajaran hidup yang sangat berarti... :_l well...sebenernya agak ragu2 mo ngajak anak2ku main ke kidzania...soale kebayang masa liburan gini pasti lah tak terkatakan ramenya....tapi, berhubung dipikir2 lagi kita jarang punya waktu lebih ky liburan kemarin (nambah cuti 2 hari, lumayaaan) yaudah lah, nggak ada salahnya kidzania dimasukin jadwal liburan ke jkt, sekalian nengok neneknya hubby... so, kita yg males2an berangkat dari hotel ternyata baru sampe PP sekitar jam 11an..eh ternyata udah telat deh masuk session pagi (akibat gak cari tau dulu jadwal2 session di sonoh)...akhirnya kita beli tiket untuk session sore (jam 3 sore ampe jam 8 malem)...yaudah lah kita sholat, lunch en nonton meraih mimpi dulu (kereeen...bangga deh animasi buatan indo udah ky gitu...not bad at all for a beginning...ntar bikin reviewnya sendiri deh)
bener kaaan...tu kidzania dah ky pasar...ky cendol..ky sarden ....hahaha...senggol2aaan mulu ma orang lain...tp demi anak..ya sudahlah..dinikmati saja...tipsnya sih, sebaiknya anak2 udah agak 'gede' deh untuk main disana...paling nggak, udah bisa milih mau berperan jadi profesi apa, trus udah bisa ngeh dengan proses bermain perannya...anakku yg gede sih lumayan sempet berperan dalam banyak profesi, sempet jadi pemadam kebakaran, sempet jadi kuli bangunan, bikin SIM (lengkap dengan cek kesehatan n driving school), nyetir mobil di counter pertamina, jadi pilot di flight simulator, petugas listrik di PLN,jadi pembeli di indomaret n dapet kartu anggota, dsb dsb....doi udah lincah banget milih wahana mana yg diincer...sementara anak bungsuku masih suka bingung, banyak maunya tapi banyak constrainnya juga hahaha...dr bbrp wahana dia paling suka waktu masak pizza...krn wahana yg bisa nampung anak 4 tahun gak gitu banyak, so pilihan jd terbatas deh (which is klo diitung2 jadi agak2 gak ekonomis wakakakak...tp ggp deh, yg penting dia seneng ;p)....
tapiii, yg bikin agak2 ngeselin tu orangtuanya....yap...O.R.A.N.G.T.U.A....emang udah jadi takdir kita sebagai pengantar anak ya pastinya ikutan ngantri eh nemenin anak2 kita antri untuk setiap wahana...tp dimana2 selalu ada tulisa bahwa orangtua dilarang ikutan antri...but..apa yg terjadi? banyak banget ortu yg sok2 sukarela ikutan antri...bener2 mengacaukan antrian yg sebenarnya...hmm, itu masih mending...yg lebih pengen disodok adalah ortu2 yang nyelak2in antrian anak2 yang masih suka polos2 n suka gak sadar kl sedang diselak...duuuuh....gimana mau baik2 nih klo kelakuan ortu yg harusnya jadi panutan malah ngajarin nyerobot gini...ngeselin!!! udah gitu di setiap wahana pasti ada pembatas area dimana ortu masi bisa ngawasin atau motret...doooh ini jg dah gak dianggep deh...(ya, so so laaah..masi ada sih yg ngehargain garis pembatas spt itu...) tapi banyak juga yang sok2 mau motret anak2nya dari dekeeeet banget...(plis deh, itu kamera emang gak ada zoomnya ya???) sampe dia musti nerobos garis batas pengantar...kan jadi ngalanin orang lain yg mo motret dari belakangnya dia....(beberapa foto anak2ku dihiasi oleh ketek seorang ayah berkostum tanktop yg sibuk motret dari dekeeet banget anaknya bwahahahaha...) T.E.R.L.A.L.U!!!
gimana sih mereka itu...bukankah esensi dari bermain disana adalah anak2 belajar dan merasakan berkehidupan di kota dengan segala fasilitas, peraturan dan etikanya? knp malah diajarin gimana caranya asal dapat apa yang kamu mau dengan cara bagaimanapun...? even harus merugikan orang lain dan menyepelekkan aturan2? huuuh...keknya ini mah para ortunya yang harus dicemplungin ke MANZANIA terlebih dahulu sebelum nganterin anaknya masuk ke KIDZANIA...!!!
...tadi malem baru pulang dari presentasi klien di Bakrie Jakarta, sekitar jam 23.30an aku belum bisa tidur....sambil nunggu mata merem, kucari2 acara di tv yg agak2 menarik...kebetulan aku lagi nginep di rumah ibuku, jadi gak bisa nonton cable deh...duh, paling banyak sih lagi membahas pengungkapan identitas Mr.X yg tewas di temanggung itu...film gak ada yg ok, akhirnya nemu acara apa ya istillahnya, reality show kah atau talk show kah...judulnya 'masihkah kau mencintaiku'....
duuh....pusing deh liatnya, kok ada orang2 yang saling berteriak satu sama lain, sahut2an dan saling nggak mau dengerin apa yang diomongin sama yang lain...ternyata ada dua pihak yg lagi berseteru...couple...si suami berdiri di tengah panggung diapit sama helmy yahya dan dian nitami as host...si istri di sofa diapit ibu dan kakak perempuannya... di seberangnya duduk papa mertua dan kakak iparnya....setelah ditonton agak lama aku baru ngeh klo suaminya yg ternyata cacat curiga istrinya selingkuh krn klo kerja pulangnya selalu malam bahkan subuh...
...lagi2, kalau dicecar sama si hubby, istrinya cuma bisa defensif dengan ngomong,"aku kerja mas, aku bener2 kerja, aku kan notaris, aku harus entertain klien2ku dong...kamu kan nggak tau aku lagi ngapain karena kamu cuma di rumah seharian..." trus suaminya membalas,"kamu keterlaluan, kerja kerja terus, anak2 selalu sama aku, kamu kerja juga mana hasilnya...aku selalu kasih kamu 15-20 juta sebulan gak ada bekasnya, kamu apain aja uang itu...pasti kamu ada sesuatu di luar sana...aku bisa bawa buktinya!"
....ya ampun, aku mlongo aja deh ngliatnya...gila, urusan dapur udah dibawa ke ranah publik tanpa tedeng aling2 gitu...sampe masalah seks pun ditanya sama si hostnya, mis kapan terakhir istri anda melayani anda secara biologis...dijawab pula sama si suami....doesnt ev'rybody keep their privacy anymore??? makin aneh ni acara, batinku...
ajaibnya, walaupun di'nasehatin' sama ahli2 yg hadir spt psikolog dan salah satu artis sbg penasehat, bahwa ingatlah tugas ibu yg utama itu adalah mengurus keluarga, apalagi finansial bukan menjadi masalah krn si suami walaupun cacat tapi udah punya beberapa perusahaan yg sudah memberikan income yg secure buat keluarga, tp kenapa masih kerja begitu rupa dan pulang malam atau pagi, anak2 gak keurus de el el...eeeeh si istri ini masih keukeuh jawab dengan tidak kreatifnya,"aku kerja mas, aku bener2 kerja, aku harus entertain klien2ku...bla bla bla..."...diulang ulaaaang terus....hmmm, aku langsung curiga ini cuma skenario...hahaha...gotcha....masak ngeles cuma pake bahasa yg sama melulu dari tadi...lagian ibu dan kakak si istri ini kok bahasa tubuhnya kaku bangeeet gitu...tadi membela, tapi ujung2nya ikut menyudutkan si istri....
...so, aku cuma liat dengan sebelah mata aja...halaaaah akting semua ni orang2 di panggung...satu2nya yg terlihat natural hanya si papa mertua yg bertanya dan sedikit menasehati dengan bijak...yeah, he's a better actor than others...tapiiii, pikiranku sedikit berubah ketika akhirnya si saksi didatangkan oleh si suami...saksi bahwa si istri bener2 punya 'mainan' di luar sana...saksi itu adalah sopir pribadi keluarga mereka...si istri nunjukin ekspresi kaget dan marah yang agak2 berlebihan ketika melihat sopir itu muncul di panggung...
daaan yang bikin aku agak2 berubah pikiran, adalah ekspresi dan bahasa tubuh si sopir tadi...sopir ini bener2 gugup dan gemetar ketika menyampaikan permintaan maaf pada keluarga ini, dia bilang dia menunjukkan ini karena kasihan sama si suami dan bolak balik mohon maaf sama si istri krn dia musti menunjukkan foto2 dalam hp-nya, bukti si istri sedang jalan bareng seorang pemuda lain di luar rumah....si istri makin ngamuk2 dengan tidak alami...tapi, mataku masih terpaku sama si sopir yg gak lama kemudian kembali ke belakang panggung....duuuuh yang lain tampak palsu, tapi sopir ini....sopir ini tampak asli!.... asli tampangnya, asli ekspresinya dan asli bahasa tubuhnya yg ketakutan dan kegugupan itu.... hmmmm....so gimana nih...ni acara asli apa palsu siiih???? kalo supir ini asli, maka yg lain pun harusnya asli doooong.....hanya ada DUA kemungkinan....PERTAMA, sopir ini bener2 real dan maka semua 'akting' di panggung ini ternyata memang benar adanya (which is i REALLY REAAALLLY DOUBT IT !!!)....atau, KEDUA....sopir ini bener2 aktor terhebat di antara semua aktor di atas panggung ini krn kepalsuannya bener2 gak terlihat!!! He's a great actor and sooo natural!!! Bravo!!!
...duuh jadi gimana ya, ini asli atau palsu??? DOOOOH BODO AMAT DEH!! kok jadi aku yg repot sihhhh!!! (Lanjutan) Eng ing eng, perjuangan di rumah sakit pun dimulai…selama itu, hal-hal yang bisa dinikmati di rumah sakti eh sakit…. - punggung tangan yang bengkak karena bolak balik ditusuk jarum infuse…klo yg kiri bengkak, pindah ke tangan kanan…kanan bengkak pindah ke kiri lagi…gitu aja terus ampe 4 kali bolak balik…untung setelah pindah2 gitu dokter bedahku yg cerdas mengusulkan untuk dipindahkan ke samping pergelangan tangan…haha, lumayaan, aku jadi bisa memutar2 sendi pergelangan tangan tanpa perlu merasa ngilu…fiuh, tinggal ngempesin bengkak di punggung tangan dan mencerahkan lagi warnanya yang sempet menghitam…
- lagi enak2 tidur tiba2 ada perasaan perih yang tak terkira muncul dari lubang masuknya jarum infus…pas bangun (karena terpaksa nahan sakitnya) bisa ditebak suster pasti bilang, “habis suntik dulu antibiotiknya ya bu…agak perih sedikit”….agak??? banget banget nih perih dan panasnya…dalam hatiku merutuk…”antibiotic memang bikin perih dan panas bu…” katanya seperti bisa membaca mantra rutukanku hehe…okay …untungnya beberapa menit kemudian sakitnya udah menguap hilang dan bisa tidur lagi deeeh….
- pagi buta dan malam2 diambil darah untuk dites lab…ampe pada hari keberapa, susternya kebingungan nyari pembuluh darah mana lagi yang bisa ditusuk untuk diambil darahnya…sepertinya pembuluh darahku udah pada udah imun ama jarum suntiknya, krn ukuran pembuluh darahku kecil2 dan lokasinya susah dicari hehe….akhirnya ada seorang suster yg desperate gak nemu pembuluh darah memutuskan untuk menusuk ujung jariku dan ‘mengucurkan’ darah dari situ untuk mengisi ampulnya…but it takes a few minutes..not only few seconds…hiks…
- semakin mensyukuri keadaan diri sendiri setelah ‘membandingkan’ dengaan kondisi teman2 lain sesama penghuni kamar…ada yang 2 tahun lalu pernah operasi syaraf eh sekarang musti operasi lagi untuk batu ginjal…ada yg jantungnya bermasalah dan jadi sesek nafas melulu yang mengharuskan dia disuntik obat yang bikin sakit banget, ada yang batuk2 tiada henti sampai tersengal-sengal…waduh, walaupun aku harus dioperasi juga tapi, konon kata orang2 yg jenguk sih tampangku seger2 aja dan masih bisa tidur dengan nyenyak…(kecuali terbangun waktu disuntik obat2 dan antibiotic sialan itu…)
- kangen yang luar biasa pada anak2ku tersayang…hiks..kasian mereka, masa liburan gini emaknya malah nggak bisa nemenin mereka main…jadinya mereka yang main nengokin emaknya ke rumah sakit…pertama melihat aku yang dikelilingi selang di hidung dan di tangan, mereka sempet bengong sejenak, tapi gak lama kemudian mereka udah mau cium dan minta pangku padaku…(mamaku ampe nangis terharu waktu ngliat mereka nempel2 ke aku hahaha)…pernah suatu malem saking kangennya aku ampe nangis dan nggak bisa tidur…ternyata besoknya mamaku cerita bahwa si adek tadi malem gak bisa tidur dan rewel banget…giliran udah ngantuk dan mau tidur, dia keceplosan manggil, “bunda…bundaa…” gitu…huwaaa…kata orang, ikatan ibu-anak tu memang kuat banget…tumus, kata orang jawa (perasaan kuat yang bisa saling mempengaruhi)…so sejak itu aku gak berani terlalu kangen atau mikirin mereka, takut mereka di rumah jadi rewel…(btw, thanx a lot mum for looking after them while I was sick)
- rela mendengarkan rengekan para roommate, baik waktu nahan sakit, waktu merajuk sama suster atau sama keluarganya, bahkan waktu mengomel (biasanya sama suster)….seorang ibu, sebut saja ibu A, tepat di sisi kananku, suatu subuh mengerang2 kesakitan dan bilang sama suster kalau dadanya sesek banget…dan mulailah mengucur rengekan2nya…”saya the sesek gini gara2 si bapak, tadi malem bukannya dia nungguin saya disini eeeh malah pulang…tega banget sih dia…aduuuh susteeeeeeer…seseeeek….” Gak lama kemudian dia telpon anaknya,” kadarieu kabeh, (pada ksini semua), ayeuna (sekarang)…mamah geus teu kiat (mamah udah gak kuat)…” sambil bersuara yg diserak2in…pas keluarga besarnya datang, semua udah pada nangis2…tau2 si ibu sudah bersuara lantang dan bilang,”mamah teh sesek dada gara2 bapak tadi malem ninggalin mamah, bukannya nungguin di sini…udah mamah mau mati aja…” LHO??? Mau mati kok bilang2…
- masih tentang ibu A, dia anti AC. Sampai 2 roommate lainnya (termasuk aku) pada kepanasan dan ngadu ke suster...tapi apa daya, doi dengan suara lantangnya tetep keukeuh....suster, aku kepanasan tapi aku gak mau pake AC....(jadi maunya apa sih bu? Heran deh, ngrugiin orang lain aja sih! Sana pindah ke janitor kalau gak mau dapet ruang sejuk :P.... sabaaaar....orang sabar disayang Allah....
- tetep tentang ibu A, kalo ada mas2 pengantar catering pasien dateng, ada aja yang dikeluhinnya,”kunaon eta bubur meuni asiiiiin pisan (kenapa buburnya asin banget)....kunaon eta meuni teu aya rasaan (kenapa makanan ini kok gak ada rasanya)...” dan kunaon eta kunaon eta yang lain...hmpff...bu, please deh, masih untung ibu bisa makan biasa, aku dari sejak masuk sampe hari ke 6 aja cuma boleh minum air putih...susu boleh sih, tapi susu palsu (berupa infus) yang langsung disuntik lewat selang doang, gak lewat mulut...tau deh tuh ‘susu’ rasanya gimana di lidah...
- pas baru masuk ugd dan hidungku dimasukin selang untuk mengeluarkan ‘racun’ dari lambungku dan pankreas yang meradang, aku gak pernah cengeng walaupun jadi susah nelan...aku rela aja mau ditusuk berapa jarum juga...paling Cuma mringis dikit...tapi tanggul ketabahanku jebol juga, di hari ke 4, dateng seorang suster yang memasang alat untuk melancarkan masuknya cairan infus ke tubuhku... pembuluh darahku kecil sehingga membuat ‘macet’ masuknya cairan itu...jadi target untuk menghabiskan infus dan obat dalam waktu tertentu tidak tercapai, so harus dibantu alat itu....tapi krn pengoperasian alat itu agak sulit, dia memanggil suster lain yg tampak lebih senior dan galak (montok pula) dari dia...duuuh, tau2.. TUIIIING ada sakit yg ngagetin kaya listrik di punggung tanganku...refleks aku teriak, ‘SAKIT BANGET SUSTEEEEEER”...dan melelehlah air mataku hahaha....
- ngerasa dimanja...gimana nggak, pagi2 sebelum ngantor dan sore2 pulang kantor, hubby selalu nemenin aku, nanya pengen apa, perlu apa...walah, pengennya sih banyak, tp blum bisa maem apa2 tuh hehe....trus klo aku lagi cengeng, hubby merelakan gak masuk kantor demi nemenin aku dan ngilangin beteku...(krn bosen, atau sakit, atau lagi manja aja...hehe)...pulangnya pun baru maleeem banget, nunggu aku bener2 tertidur...(aku memang melarang dia bobo di rs, kasian pasti pegel deh tidur di kursi atau di lantai, ntar malah gak fit di kantor...) tapi, apapun keinginanku pasti dikabulkan deh, mau majalah dibeliin, novel dibeliin, film2 dibeliin, pengen online disiapin laptop+modemnya hehe...thx for the support hunney...i love you more...:X
- Waktu diputuskan untuk dioperasi, aku lega juga sih...seharusnya sebelum operasi musti melalui proses MRCP dulu (semacam scan dgn ketelitian tinggi) untuk tahu letak batu empeduku dan adanya kemungkinan penyakit lain..tapi krn pengoperasian MRCP harus dilakukan oleh dokter radiologi, yg mana sedang pada kongres internasional sampai 4 hari berikutnya, so dokter gastro menganjurkan untuk langsung operasi saja, toh sudah tahu pasti penyebabnya...akhirnya datanglah dokter bedah dari RSHS (i respect dr. Nurhayat so much, beliau ok banget dan sangat detil dan melakukan semuanya sendiri, gak cuma nyuruh2 suster doang :D) yang mengecek kondisiku pra operasi, krn untuk operasi kondisi pencernaanku harus udah ‘beres’ dulu, nggak ngeluarin ‘racun ijo’ itu lagi, tidak ada peradangan, dan udah bisa mencerna makanan2 halus (...ini yg ditunggu...)...setelah beberapa hari akhirnya ada kabar baik...asiiiiik....aku udah boleh MAKAN!!! Setelah selama ini Cuma boleh air putih, diikuti dengan susu (asli, bukan susu palsu versi infus lagi), akhirnya lidahku ini mulai boleh merasakan nikmatnya RASA makanan (nggak cuma mencium aroma makanan para roommateku)...walopun, dimulai dengan jus buah-biskuit marie-dan bubur (akhirnya pakai lauk juga dong hehe), tapi akhirnya kan udah menyentuh makanan betulan, gak cuma cairan aja...yep, ini pencapaian tersendiri buatku! Walaupun, besoknya aku dioperasi dan habis itu musti puasa lagi sampai aku (maaf) kentut...hehehe...cerita yang ini di chapter berikutnya aja deh.... (To be continued again)
mumpung anak2 lagi liburan, beberapa minggu lalu di awal bulan juli, kami memutuskan untuk jalan2 ke jkt sekalian nganter hubby survey sesuatu untuk proyeknya...walaupun minggu depannya kami niatkan untuk cuti kantor beberapa hari, tapi kami pikir nggak ada salahnya untuk main ke jkt di hari sabtu di minggu itu, sekaligus ngajak anak2 ke eyang buyut mereka (neneknya hubbyku) ...
sampai di jakarta, ternyata lagi padet banget krn dimana2 ada berbis-bis rombongan tim sukses salah satu kandidat presiden yang lagi kampanye terakhir di GBK, yang mana sialnya merupakan tetangga depan hidung hotel tempat kita berencana menginap di sekitar senayan sana...grrr....nyapekin banget macetnya, tapi untung anak2 nggak complain, mereka tetep hepi dan semangat untuk langsung berenang begitu sampai di hotel....
krn hotel lagi padet (keknya banyak rombongan tim sukses kandidat presiden itu lagi deh pd nginep disitu...sigh), kami diminta nunggu di lounge untuk menunggu kamar yang masih dibersihkan...so kita ngupi2 dulu di lounge sampai akhirnya sejam kemudian baru dipersilakan masuk kamar...bener deh, sore itu kita langsung berenang dengan hepi...
apesnya, mungkin krn perutku lama kosong, abis berenang aku ngrasa maagku kambuh...buru2 deh makan obat maag dan terbang ke plaza senayan di belakang hotel untuk cari makanan...untung habis itu perutku baik2 aja....tapi, paginya aku bangun tidur dengan perasaan perut yang agak aneh...sarapan pun jd gak nafsu, pdhl biasanya aku paling hobi sarapan buffey di hotel itu, abis lengkap banget n yummy2 menunya...aku gak nyangka bahwa mungkin jus apel yg kuminum pagi itu bisa membangkitkan masalah di waktu2 setelahnya...
abis sarapan, hubby survey dan anak2 minta berenang....kami yg kebetulan ketemu dengan rekan dari bandung (mereka sama2 nginep di hotel itu) akhirnya memutuskan untuk berenang bareng...sesiangan itu perutku makin kerasa nggak karuan, rasanya sakit yg dalam tapi gak terdefinisi di sebelah mana....setelah berenang aku makin lemes dan pengennya tiduran aja...tapi krn kita musti segera check out dan berencana untuk mendatangi nenek buyutnya anak2, so mau nggak mau aku memaksa diri untuk bangkit....
ternyata di perjalanan kondisiku makin parah, sakitnya makin merembet, tembus dari atas bellybutton ke punggung...belum lagi mualnya nggak tertahankan dan membuatku memuntahkan lagi seluruh isi perutku...hubby yang mengira maagku kumat mengajak kami makan, tapi nafsu makanku melayang entah kemana dan badanku lemes banget..jalanku pun terbungkuk2 karena menahan sakit yang makin meradang...aku kasian banget sama anak2ku yang ikut kuatir dan jadi kepikiran bundanya...duh, aku udah merusak liburan mereka....maafin bunda sayang, bukan mau bunda seperti ini....:_(
hubby yang makin kuatir liat kondisiku memutuskan untuk langsung pulang ke bandung tanpa mampir ke rumah neneknya...sepanjang jalan aku tidur dan hanya bangun untuk muntah di tol dan di supermarket dekat rumah...pikiranku kacau banget....aku bersyukur banget akhirnya sampai di rumah sekitar jam 8 malam...kupikir kalau aku bisa segera minum teh panas, tidur aku besok bisa bangun dengan sedikit membaik dan segera ke dokter....tapi apa daya, boro2 makan, minum air aja aku langsung muntah, jadi aku minta langsung ke UGD aja krn udah nggak kuat nahan sakit perut ini....
ya ampun, ternyata habis cek darah di ugd, baru ketauan kalau enzym lambungku (amilase-lipase) lagi melonjak drastis, yang harusnya cuma 53, ini udah nembus angka 3900-an...hidungku langsung dimasukin selang yang berfungsi ngeluarin cairan lambung berwarna ijo tua banget...ktnya pankreasku lagi meradang...sooo, aku nggak boleh pulang deh, harus langsung check in di 'hotel' santosa international hospital ini...sigh....hotel kedua ini bener2 diluar dugaan dan gak kuinginkan!!!
*besoknya aku ditanya dokter, bu apa kemarin ibu minum alkohol? gileee...sejak kapan aku jg pemabuk? kkkk....aku baru inget, jangan2 jus apel itu pengaruh jg ya ke perutku...* daaan, perjuanganku di 'hotel' kedua ini pun dimulai.....
-to be continued- dalam beberapa hari ini, setelah anak2 libur sekolah tepatnya, kami -aku n hubby- memutuskan untuk bertransportasi memakai motor...demi lebih berhemat energi dan pengeluaran tentunya :)
harus kuakui, selama di perjalanan, banyak hal-hal yang berbeda dibandingkan dengan kalau kita naik mobil....naik motor membuat semuanya lebih terlihat real, dekat dan sangat hidup...hehehe....
dimulai dari ajrut-ajrutan menggelinding di atas jalan kompleks yang super duper ancur n bolong-bolong...yang mungkin bisa membuat peranakan turun (amit-amit!)...dimana bolongan2 segede kawah itu nggak terlalu terasa kalau kita naik mobil karena diredam duluan sama shockbrecker dan suspensi yang lumayan membantu mengurangi efek kocokan2 di perut....
dilanjutkan dengan polisi tidur yang membujur hampir di sebagian besar jalan (heran, di indo ini demen banget sih masang polisi tidur, even bukan di dalam kompleks perumahan!)...yang cukup bikin kendaraan melaju-melambat-melaju lagi-melambat lagi- dalam waktu yg gak terlalu lama...cape deeeeh!!
sepanjang jalan tentu gak lepas dari melihat berbagai ekspresi muka para pengguna jalan lain..mulai dari penyeberang jalan yang seringkali kalah sama kendaraan...supir yang memaki-maki motor yang memakan badan jalan dan mengganggu lajur mereka dari arah sebaliknya...sesama pemakai motor yang jalan super mepet surepet abis ke kendaraan lain karena merasa spacenya cukup untuk dilalui...muka supir angkot yang seringkali ngumpet di balik handuk atau koran di jendelanya untuk menghindari umpatan dari kendaraan lain setelah dia menyelip kendaraan itu dan berhenti dengan manisnya tepat di depan hidung mobil yg disalipnya tadi...muka kuda penarik delman yang bersama2 antri karena jalannya padat...dan lain lain dan lain lain....sungguh jalanan yang sungguh hidup....
kehidupan yang kadang luput kala kita naik di atas mobil dan menutup jendela karena sengaja menghindari berbagai keributan yang ada di luar sana...:)
last but not least, ada satu hal errr....mungkin dua hal sih yang bener2 aku nikmati selama naik di atas motor....pertama, angin yang segar waktu sang motor mulai merayap naik ke atas jembatan pasupati...wuuaaaaa....aku pasti membuka kaca penutup helm dan menghirup udara dengan gembira karena angin di atas jembatan itu benar2 menyegarkan paru2ku (walaupun mungkin di dalamnya banyak karbondioksida dan segala jenis polusi...).... daaaan yang kedua, tentunya bisa memeluk hubby tercinta sepanjang jalan dan mendengarkan musik berdua dari hp hubby...(which is gak mungkin banget dilakukan kalau kita naik mobil....bisa eungap dong klo dipeluk dari samping...bisa ditangkep jg kali krn ngelepas seatbelt :P)... walaupuuun...ya walaupuuun...musik yg kami dengarkan kadang2 musik cadas 80 dan 90an favorit hubby jaman muda dulu, yang aku nggak ngerti sedikitpun.... :P what should we do to the annoying one(s)....?
- kita ngomong nggak didengerin.... - dia tanya, kita jawab tapi nggak dianggep... - udah dibilang kita nggak setuju tapi tetep aja nganggep kita setuju... - ngrasa lebih 'senior' jadi kita dianggep anak bawang n gak ngaruh... - tau-tau udah ambil keputusan versi sendiri tanpa ba-bi-bu... ..........
sooo, diapain yak? - disumpel? - dicuekin?
.... hhh...gak ada ide...cape ati...:_( "God made us walking animals — pedestrians. As a fish needs to swim, a bird to fly, a deer to run, we need to walk, not in order to survive, but to be happy." — Enrique Penalosa (mantan walikota Bogota, Colombia) Setelah bertahun-tahun hidup di bandung, salah satu hal yang cukup banyak berubah adalah pedestrian, alias ruang untuk pejalan kaki. Well,masih ada lagi sih (banyak malah) hal-hal yang berubah dalam konteks urban/perkotaan. Gedung-gedung lama banyak yang berubah jadi bangunan baru, jalan-jalan semakin lebar tetapi semakin macet ( kapasitas jalan makin nggak bisa nampung padetnya kendaraan (pribadi) yang memenuhinya, taman-taman ada yang berubah jadi gedung atau fasilitas komersial,, banyak tumbuh perumahan baru yang semakin menghabiskan lahan hijau, billboard-iklan dan bando semakin memenuhi jalan-jalan utama yang dianggap potensial (untuk jualan), pedagang kaki lima yang semakin subur dan seolah2 ada dimana2….dimanapun, kapanpun dan apapun yang kita cari, dijamin ketemu deh…. de el el de el el lainnya… Ok, kembali ke topik tentang pedestrian, definisi dari pedestrian itu sendiri adalah ruang untuk pejalan kaki yang berada di tepi jalan kendaraan. Tipologi pedestrian ada beberapa macam, dengan lebar yang bervariasi. Tetapi, secara manusiawi lebar pedestrian minimal 1,2 meter, dengan asumsi lebar satu orang adalah 0,6 meter. So pedestrian paling nggak bisa memuat 2 orang yang berpapasan tapi musti saling menabrak, atau salah satunya mlipir/minggir. Semakin lebar pedestrian akan semakin baik, karena bisa membuat pejalan kaki semakin nyaman dan aman. Tipologinya, ada yang dibatasi oleh ruang hijau (yang diisi rumput/ semak/pohon), ada yang langsung berbatasan dengan jalan. Ruang hijau yang berada diantara jalan dan pedestrian sebenernya berfungsi sebagai buffer (pembatas), baik untuk polusi udara maupun suara dan unsure safety (paling nggak kalau ada mobil nyungsrep bakalan nabrak semak/pohon tersebut, instead of menabrak si pejalan kaki. Kembali ke kota kita tercinta, bandung, semakin lama aku sih semakin miris dan prihatin melihat perkembangan pedestrian dari waktu ke waktu. Pedestrian dan pemakainya, sering menjadi pihak yang termarjinalkan. Well, kita, pejalan kaki, jadi sering dipaksa sekali untuk menjadi orang-orang super pemaaf…kenapa? Karena kita harus selalu mengalah, pada apapun. Pada kendaraan, baik mobil ataupun motor, dan jalur yang mengutamakan kendaraan sehingga kita harus naik-turun untuk menyesuaikan dengan jalur mereka, kepada para pedagang (mulai dari kaki lima yang seadanya sampai warung yang cukup serius), kepada tiang listrik yang salah posisi, pada kolom reklame dari yang kecil sampai yang segede gaban seperti bando yg melintang di tengah jalan, kepada tampat sampah dan pot-pot bunga yang seharusnya tidak disitu, kepada pohon2 liar yg tidak semestinya ada di situ, pada laybay parkir sesuatu yg seharusnya nggak disitu….dan kepada2 yang lain….Sigh, sampai kapan ya, kita harus mengalah sama makhluk2 lain yg tidak seharusnya memakai hak dan jatah kita untuk berjalan disitu?
 Kalau melirik Jakarta, tetangga kita, sudah ada beberapa spot di lokasi2 penting dan strategis yg memiliki pedestrian yang terdesain dengan baik (hanya penggunaannya saja yang entah sudah sukses atau belum). Contohnya di kawasan sudirman, satrio, dan kawasan sekitar Benton junction di UPH tangerang dan kawasan perumahan Lippo Cikarang. Pedestriannya dirancang lebar, menggunakan pola-pola menarik dan bahan yang baik, dilengkapi dengan elemen-elemen street furniture yang cukup bervariasi, misalnya lighting, tempat sampah, bollard (penanda/pembatas), dan lain-lain. Vegetasi yang mengiringi keberadaaan pedestrian pun dirancang dengan memperhatikan kenyamanan pengguna pedestrian tersebut, yaitu dengan memilih jenis vegetasi peneduh yang bertajuk lebar sehingga pejalan kaki merasa nyaman berjalan disana. Well, mungkin Bandung masih punya pedestrian yang ’agak’ nyaman, tetapi mungkin hanya segelintir dari beribu-ribu jalan yang ada. Contohnya di Jl. Setiabudi?, Jl. Sukajadi, Jl. Cipaganti, dan used to be Jl. Pasteur (sebelum pohon2 palem itu ditebang dengan mengenaskan dan berubah jadi tiang-tiang beton penyangga jembatan demi melancarkan arus ’pendatang’ yang terhormat melalui flyover pasupati yang semakin memenuhi Bandung di hari2 weekend tersebut). Padahal, kalau saja, kalau saja, pemda (dan warga kota Bandung juga tentunya) mau membenahi dan menjaga keberadaan pedestrian yang manusiawi dan nyaman bagi para pejalan kaki, tentunnya hal-hal dibawah ini perlahan-lahan bisa dicapai deh....walaupun mungkin bakal memakan waktu, tapi bukan tidak mungkin suatu hari akan menjadi kenyataan....fiuh.... - mobil pribadi makin berkurang, karena orang memilih memakai kendaraan umum/mass transport, disambung dengan berjalan kaki - kemacetan berkurang karena orang lebih memilih berjalan kaki daripada buang2 bensin memakai mobil untuk mencapai ke jarak yang bahkan dekat (dan bermacet-macet ria) - polusi udara berkurang karena pasokan O2 lancar dan penyerapan emisi buangan dari kendaraan bermotor akan dihirup oleh vegetasi yang berada di sepanjang jalan - warga kota bisa semakin sehat karena semakin tidak malas bergerak untuk menuju dari satu titik ke titik yang lain - streetscape (wajah jalan) kota semakin teratur dan rapih karena tepi jalan dibatasi oleh bidang yang terbuka tanpa gangguan secara visual dan fisikal berupa sektor-sektor informal yang tidak tertata - streetscape semakin teduh dan nyaman karena pedestrian yang baik akan dilengkapi oleh vegetasi baik vegetasi peneduh maupun pengarah, beserta street furniturepelengkap. - Area komersial yang dilalui oleh pedestrian yang ok akan semakin ramai dilewati oleh warga, yang ujung2nya bisa berimbas pada peningkatan penjualan dan keuntungan (bahkan PAD- pendapatan daerah)... ( salah satu contoh pedestrian baik di salah satu spot di dago, bandung - foto : courtesy of PSUD Bandung) ( pedestrian di muka commercial stripe yang nyaman di kawasan Benton Junction, depan kampus UPH Tangerang) ( pedestrian pada kawasan komersial yang sangat atraktif di Canton,China)
(pedestrian di Broadway, wide and clean)
( pedestrian di Camden Town, London, asik buat strolling alias cuci mata)
( pedestrian di kawasan budaya tarian tango, La Boca di Buenos Aires, Argentina, menjadi tempat sosialisasi dan ajang eksis bagi para warga yang mayoritasnya penari tango pelaku eksodus dari Italia)
( pedestrian crossing yang ramai tapi tetap tertib, hmmm pejalan kaki bener2 diservis dengan baik dan jadi 'raja jalanan')
( pedestrian yang baik seharusnya menghargai setiap jenis penggunanya, even better to the difables)
Sooo, kalau udah gitu, siapa yang tidak kedapatan untungnya...? pemda bangga akan kotanya dan hasil kerja kerasnya, para pemain usaha meningkat keuntungannya, dan yang terpenting, warga mendapatkan kembali haknya untuk berjalan kaki dengan nyaman dan aman, serta mendapatkan perlakuan yang manusiawi di kotanya sendiri, bukan sebagai kaum yang termarjinalkan lagi... 
Ibu dari dua balita itu dipenjara sejak Rabu 13 Mei lalu, terpisah dari si bungsu berusia setahun tiga bulan yang masih memerlukan ASI dan si sulung yang baru tiga tahun. Dia menjadi tersangka pencemaran nama baik. Hanya karena e-mail berisi keluhan tentang pelayanan rumah sakit.
Dalam batas kemampuannya, seorang ibu menyuarakan keluhannya dengan berbagi pengalaman melalui sarana yang dia pahami dan kuasai. Dia kirimkan e-mail kepada beberapa temannya. Sebuah bentuk komunikasi yang lazim di antara warga masyarakat modern. Kemudian e-mail itu menyebar.
Persoalan tak akan meluas jika pihak yang disebut dalam keluhan itu menyelesaikan persoalan secara bijak, dengan pendekatan yang manusiawi, kemudian mengumumkan bahwa persoalan telah diselesaikan bersama. Akan tetapi yang terjadi adalah kriminalisasi. Ibu dari dua anak balita itu, namanya Prita Mulyasari, oleh pihak yang dia keluhkan, yakni Rumah Sakit Omni International, Alam Sutera, Tangerang, dihadapi melalui gugatan perdata dan sekaligus pidana. Selama proses persidangan, ibu itu dikurung dalam bui di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, terpisah dari keluarganya, dari anak-anaknya. Seorang ibu, yang juga konsumen, dihadapi sebuah korporat dengan segala kelebihan yang dimilikinya melalui pendekatan kekuasaan. Padahal dalam praktik bisnis yang sehat lagi santun, keluhan seperti itu seyogyanya diselesaikan melalui komunikasi. Ada penjelasan, ada proses saling mendengar, ada upaya untuk mendudukkan persoalan melalui pengertian bersama. Cerita selengkapnya silakan Anda lihat dalam tautan. Persoalan kita sekarang ini adalah menghadapi kesewenang-wenangan sehingga secara bersama kita harus memperjuangkan kebebasan berpendapat. Kita ketuk nurani para penegak hukum. Kita ingatkan bahwa rasa keadilan melekat pada semua hamba hukum yang bernurani. Lebih baik membebaskan orang yang (belum tentu) bersalah daripada menghukum orang yang tak bersalah. Kita ingatkan RS Omni International, bahwa upaya penyelesaian seperti ini akan lebih layak jika ditempuh sebagai upaya terakhir setelah serangkaian komunikasi yang penuh pendekatan kemanusiaan telah buntu. Namun yang terjadi, seperti kita tahu, adalah gelar kuasa dalam posisi yang tak imbang. Kita tularkan dukungan dan perjuangan ini kepada seluruh pengguna internet melalui pemasangan bannerdan penyiaran pesan. Hari ini Ibu Prita. Jika dibiarkan, esok adalah Anda. Padahal sebagai konsumen untuk produk dan layanan apa pun, Anda berhak bersuara.
(diambil dari :http://ibuprita.suatuhari.com/) 
mmm…mungkin aku udah puluhan tahun tinggal di bandung, tp kok rasanya aku jarang banget ya mendatangi taman yang ada di bandung, paling-paling baru menikmati beberapa gelintir dari jumlah taman yang ada (alias tersisa) di bandung ini, dengan berbagai alasan sih *waduh jadi merasa berdosa*…dari sekian taman yang ada di bandung, sebagian masih bertahan sebagai taman, tapi ada (atau banyak ya?) juga beberapa taman2 kecil yang sudah berubah fungsinya menjadi berbagai fasilitas/sarana krn desakan kebutuhan pembangunan ….beberapa taman yang ada di bandung, antara lain : - taman ganesha  - taman pramuka (orangeplein)  - taman cilaki/cibeunying à taman manula - taman ade irma/ taman lalu lintas - taman maluku  - taman jubileum ( kebun binatang)  - taman balaikota/pieterspark  - taman hutan rakyat dago - taman gedung sate - taman gasibu - taman cisangkuy - taman cihapit - neighborhood park ( Andir) walaaah....dari beberapa taman yang sudah sedikit itu, yang udah pernah aku datangi seingatku baru taman ganeshaa ( yaeyalaah di samping kantorku hehe), taman hutan rakyat/tahura dago (karena ospek dan jalan2 sama keluarga, taman gasibu (olahraga dunk, sambil belanja di minggu pagi hehe), taman balaikota ( pernah ada teman bikin acara di situ), taman lalu lintas (ya pasti nganter anak2 main dunk), dan taman pramuka (ada undangan nikah teman kuliah) Yang lainnya? Well, ada yang nggak didatengin karena males, nggak ada alasan untuk datang ke sana, karena takut (gelap, ada bencong, tempat kumpulnya komunitas tertentu yg bikin gak nyaman atau ada urban legendnya such as patung yang bisa jalan2 sendiri di malam hari :P). Menurut salah satu materi presentasi Prof. Slamet Wirasonjaya, MLA (salah seorang dosen arsitektur landscape ITB), taman-taman di bandung jaman baheula sangat dipengaruhi oleh Renaissance Landscape. Sedikit menyinggung sejarah pembangunan Bandung tempo dulu, Bandung memang dirancang menjadi tuinstad alias kota taman. Landscape kota dibuat sedemikian rupa hingga mendekati rancangan kota-kota di Eropa di jaman itu. Pada saat itu pemerintah Belanda menugaskan arsitek Ghjisel dan untuk merencanakan kawasan pusat pemerintahan, kawasan perumahan dan fasilitas pendukungnya. Kawasan ini dirancang berdasarkan konsep Garden City dengan ratio taman kota yang tinggi dan menggunakan pola jaringan jalan melengkung (curviliniar). Untuk rancangan taman-tamannya, para arsitek londo itu memilih 3 aliran untuk diterapkan, yaitu English Park, French Park dan Italian Park. Taman yang mengambil aliran English Park antara lain Taman Pramuka dan Situ Aksan (yang dulu berupa danau tapi sekarang udah jadi kawasan perumahan). Sedangkan karakter French Park adalah antara lain memiliki garis-garis sumbu yang tegas dan cenderung simetris. Taman yang mengikuti aliran French Park antara lain Taman Gasibu. Aliran Italian memiliki karakter sekuensial dan memiliki tengaran yang kuat sebagai tujuan utama dari perjalanan di dalam obyek tsb. Taman yang mengikuti aliran ini adalah taman di Villa Isola, Setiabudi. Kalau menilik secara teori, ruang terbuka sebenarnya terbagi menjadi 2, yaitu ruang terbuka hijau dan ruang terbuka non hijau. Ruang terbuka hijau (RTH) adalah bagian dari ruang-ruang terbuka suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan, tanaman dan vegetasi. Fungsi RTH antara lain : - ekologis : dapat meningkatkan kualitas air tanah, mencegah banjir, mengurangi polusi udara dan pengatur iklim mikro
- sosbud : sebagai ruang interaksi sosial, sarana rekreasi dan tetenger (landmark) kota
- arsitektural : meningkatkan keindahan dan kenyamanan kota melalui keberadaan taman-taman kota dan jalur hijau jalan kota
- ekonomi : sebagai pengembangan sarana wisata hijau perkotaan yang dapat mendatangkan wisatawan
Menurut kajian tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Jawa Barat yg dilakukan oleh PU, permasalahan tentang ruang terbuka hijau yang selama ini banyak terjadi antara lain : - pemanfaaan masih pada fungsi terbatas yaitu arsitektural alias penghijauan dan keindahan atau estetika kota saja, padahal semestinya dapat dimanfaatkan secara ekologis, sosbud dan ekonomis sehingga bisa multifungsi bagi kota. Hal ini kemungkinan menyebabkan ketidakpedulian warga kota terhadap keberadaan RTH.
- Keberadaan RTH masih dikalahkan oleh kepentingan2 lain yang dinilai lebih menguntungkan dan berorientasi secara fisik untuk kepentingan ekonomi. Sehingga berdampak pada permasalahan manajemen pengelolaan RTH.
- Upaya pemerintah kab/kota dalam mewujudkan kota berwawasan lingkungan terkesan setengah hati sehingga belum terintegrasi dalam satu sistem kehidupan kota.
Dari uraian di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa masalah ruang terbuka atau taman pada umumnya adalah masalah pengelolaan dan pemanfaatan. Dengan sifat pengelolaan yang masih terpusat, terkadang menimbulkan kurangnya rasa memiliki dari warga kota sehingga warga pada umumnya sekedar datang, menikmati dengan caranya masing-masing lalu pulang dengan meninggalkan permasalahan yang baru, misalnya sampah. Selain dari kurangnya kesadaran warga untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan taman (kota), hal ini merupakan implementasi dari kurangnya sense of belonging warga akan keberadaan taman kota itu sendiri. Mereka menganggap bahwa,” saya disini hanya main saja kok, kan nanti ada petugas kebersihan yang akan membersihkan sampah-sampah ini, lagipula ini kan taman milik pemerintah, sudah menjadi tugas mereka untuk menjaga dan memelihara taman ini....bla bla bla”. Padahal dengan berlaku seperti itu, taman kota akan berkurang kualitas fisiknya dan secara tidak langsung pun menurunkan kualitas non fisiknya. Mungkin saja taman kota semakin meningkat nilai ekonominya-karena menjadi lokasi strategis untuk sebagian warga mencari nafkah disana-, tetapi dalam waktu bersamaan juga taman kota bisa saja perlahan-lahan semakin kehilangan fungsinya dalam aspek ekologis dan arsitektural. Padahl dengan menurunnya kualitas taman dalam fungsi ekologis dan arsitektural, secara tidak langsung akan menurunkan kualitas ruang kota juga. Contohnya, taman Gasibu. Gasibu selalu menjadi serbuan warga bandung untuk menghabiskan waktu di hari minggu pagi, baik untuk berolahraga maupun hunting aneka barang yang (dianggap) murmer. Rancangan Gasibu awalnya adalah untuk memperkuat axis/sumbu dari arah Gedung Sate menuju ke Gunung Tangkuban Perahu, dengan setting view pegunungan yang berjejer di utara kota Bandung. Tapi, lihatlah yang terjadi sekarang. Gasibu memang berhasil menjadi tempat yang memenuhi kebutuhan warga untuk bersosialisasi. Tapi karena perkembangannya, ia memenuhi fungsi ekonomi bagi sebagian warga (yang berdagang disana) sekaligus menjadi tempat buangan sampah yang berceceran karena menjadi bekas tempat berjualan dan segala eksesnya. Atau kasus Babakan Siliwangi Bandung yg sempat heboh akan dibangun apartemen atau fasilitas komersial skala gigantis (yang entah bagaimana kabarnya sekarang)...Sudah jelas bahwa Baksil ini berfungsi sebagai greenbelt kota Bandung yang berfungsi menjadi paru-paru kota, eeeh ini malah dipaksa menampung ’kebutuhan’ ( yang terasa dipaksakan) bagi pihak-pihak tertentu, dimana eksternalitas (negatif)nya sudah pasti akan menimpa pada aspek transportasi, yaitu prasarana/ daya tampung jalan dan sarana/ area parkir yang dibutuhkan. Alih-alih menyadari ’kesalahannya’, pihak pengembang (dan aparat juga sepertinya), malah berkelit bahwa ini akan tetap demi kepentingan masyarakat, dimana masyarakat tetap akan bisa menikmati ’hijaunya’ Baksil sambil berekreasi dan menikmati vegetasi2 lama dan baru yang akan mereka jaga dan tanami lagi...padahal tetap saja ada kepentingan atau keuntungan bagi pihak2 tertentu, bukannya berpijak (dan berpihak) pada kepentingan publik dan RTH itu sendiri...sigh.... Well, ini sih cuma sekelumit kondisi real yang menimpa RTH-RTH (di bandung). Semoga aja suatu hari bisa tercipta kondisi RTH yang ideal, baik secara fisik maupun secara non fisik. Baik dalam aspek pengelolaannya maupun aspek fungsionalnya....Kita sebagai warga kota yang punya hak dan kewajiban, mungkin bisa memulainya dengan ikut menjaga dan mulai menumbuhkan sense of belonging beserta segala rasa tanggungjawabnya...tetap semangaaat !!! Ucapan terima kasih : (sumber2 gambar : yulian.firdaus.or.id; geocities.com/bandungcity.; www.bandungheritage.org; www.beritabandoeng.com) Dua hari yang lalu aku mendengar kabar yang bener-bener bikin aku kaget, lemas,sedih, sesak dan merasakan beribu perasaan lainnya memenuhi rongga dadaku…. orangtua salah satu murid yang juga kebetulan teman sekelas anak bungsuku Amanda, meninggal setelah melahirkan beberapa hari yang lalu…. Aku langsung menelepon balik ke rekanku yang sempat menelepon saat aku keluar kantor karena ada keperluan diluar sebentar. Mbak Y ini berkata kalau bunda dari Chiraya, nama teman Amanda ini, meninggal setelah sempat demam, lalu disuntik, tetapi kemudian mengalami kejang-kejang dan tidak lama setelah itu menghadap Allah…..walaupun alhamdulillah bayinya selamat.... Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun….hanya kepadaMu lah segalanya kembali.... Entah aku mesti merasa apa....umur seseorang memang rahasia Allah.... aku mencoba mengingat-ingat sosok bunda Chiraya ini...rasanya beberapa bayangan berkelebat di kepalaku... ya, yaa...aku mulai menangkap kepingan2 memoriku terhadap beberapa sosok bunda dari teman2 anakku yang sedang mengemban tugas mulia karena sedang mengandung putra-putrinya di perut mereka... yaaa...rasanya aku mulai menangkap samar sosok bunda Chiraya itu...sepertinya beliau itu mbak yang jangkung, manis dan rajin tersenyum kala bertemu aku di teras sekolah anak2ku sewaktu kami sama2 menjemput anak2 kami, meskipun kami tak selalu bertemu tapi feelingku mengatakan beliau adalah sosok yang satu itu... yaa...seingatku belakangan ini Chiraya lebih sering dijemput ayahnya, pria berkacamata dan bertampang kalem itu...mereka selalu berboncengan naik motor, dan seingatku lagi Chiraya selalu bergandengan tangan dengan ayah atau bundanya kala menuju motor mereka yang diparkir tak jauh dari gerbang sekolahnya...dengan penuh kasih sayang sang ayan atau bundanya memakaikan jaket dan helm ke arah putri mereka yang juga jangkung dan manis itu..... yaa...aku semakin menangkap dengan kuat sosok2 yang saat ini begitu memenuhi relung memoriku dan tanpa bisa kubendung telah mendorong tetesan air mata ini mengalir dengan cukup deras...ya Allah....kuatkanlah sosok ayah yang kalem dan penuh kasih itu...lindungilah Chiraya dan adik bayinya yang baru sempat sebentar menikmati dekapan hangat dan merasakan sedikit tetesan air murni penuh cinta dari bunda tercintanya...mudahkanlah perjalanan sang bunda menju haribaan dan pangkuanmu Ya Allah...hapuskanlah segala dosa-dosanya dan berilah ia tempat terbaik di sisiMu Ya Rabb.... sesampainya di rumah aku segera memberi kabar duka ini pada anak2ku, mereka pun sibuk bertanya kenapa sampai bunda Chiraya ini meninggal (terutama si abang yang memang sudah lebih mengerti situasi)...dan tak lupa sebelum tidur, kuajak mereka ikut berdoa bersama...ya Allah, semoga Chiraya,ayah dan adiknya diberi kekuatan dan kesabaran untuk menghadapi cobaan berat ini....dan semoga bunda Chiraya diberi tempat yang indah di samping Allah...amiiiin.... *aku pun menambahkan pada anak bungsuku,” dek..... sekarang Chiraya nggak punya bunda lagi...kasihan Chiraya.... adek Manda harus makin sayang ya sama Chiraya...” anak bungsuku pun memandangku dengan tatapan masih setengah bertanya...tapi mulutnya hanya diam...aku harap ia mulai mengerti....* 
hoalaaah.... barusan aku jalan keluar kantorku di jalan gelapnyawang menuju kampus itb, biasa deeh ada perlu sedikit di jurusan arsitektur...gilaaa!!! macet bangeeet! *untung aku jalan kaki saja* huuuuhh....bener nih, kita yg ada di sekitar sabuga, tempat rencana peresmian pasangan sby-boedi something malam ini, atau bahkan se-bandung kali yeee....jadi korban deh.... ada yang terjebak macet... ada yang terjebak gak bisa pulang cepet dan musti ngendon di kantor... ada yang terjebak ... mmm....apa lagi ya? hehehe ...udah deh kayanya.... sooo, terjebak di kantor tanpa overtime gini, enaknya ngapain yaa? hehe, buat mp-ers kaya aku sih...gak masyalaaaaah....kan bisa nulis2 hal2 nggak penting gini di blog...atau bales2 message dan wall postnya temen2 di fesbuk...hehe.... abis, jumat gini mah udah gak konsen lah ngerjain tugas kantor...atau, bisa aja ngbrowse kain2 lucu di blog2 orang ....atau cari inspirasi model blouse untuk kain yang baru dikasih nyokap..hahaha....we've got sooo many quite interesting things to do...
buuut....begitu inget anak di rumah, halah, langsung pengen pulang lagi deeeh.... *maafin bunda ya nak, terlambat sampai di rumah...bunda terjebak oleh sby dan boedi sesuatu itu...yang malem ini mau merayakan entah apalah itu...bunda gak begitu antusias dengan mereka, sayang...sabar ya nak...tunggu bunda ya...nanti malem kita main lagi...atau nonton acara playhouse disney favorit kalian bersama2....sabar ya nak...bunda loves you both sooo much....*
ini re-posting dari milis...simple but meaningful...enjoy :)
1. THE GIFT OF LISTENING...
But, you must REALLY listen. No interrupting, no daydreaming, no planning your response. Just listen.
2. THE GIFT OF AFFECTION... Be generous with appropriate hugs, kisses, pats on the back and handholds. Let these small actions demonstrate the love you have for family and friends. 3. THE GIFT OF LAUGHTER... Clip cartoons. Share articles and funny stories. Your gift will say, "I love to laugh with you." 4. THE GIFT OF A WRITTEN NOTE... It can be a simple "Thanks for the help" note or a full sonnet. A brief, handwritten note may be remembered for a lifetime, and may even change a life. 5. THE GIFT OF A COMPLIMENT... A simple and sincere, "You look great in red," "You did a super job", or "That was a wonderful meal" can make someone's day. 6. THE GIFT OF A FAVOR... Every day, go out of your way to do something kind. 7. THE GIFT OF SOLITUDE... There are times when we want nothing better than to be left alone. Be sensitive to those times and give the gift of solitude to others. 8. THE GIFT OF A CHEERFUL DISPOSITION.... The easiest way to feel good is to extend a kind word to someone, really it's not that hard, to say, "Hello" or "Thank You."
|